Penyakit Kista – Gejala, Penyebab, Mengobati

Kista adalah kasus kebugaran akibat ada suatu organ yang membesar dan di dalamnya memuat cairan, seperti sebuah balon yang memuat air.

Penyebab kista pada wanita merupakan organ yang paling sering jadi kista adalah indung telur. Tidak tersedia ketetapan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering jadi kista. Pada biasanya kasus, kista adalah penyakit yang justru tidak memerlukan operasi untuk penyembuhannya.

Meskipun demikian, ilmu mengenai apa itu penyakit kista adalah perihal yang wajib diketahui secara mendetail oleh tiap-tiap wanita yang pikirkan pada kesehatannya. Keberadaan penyakit kista pada wanita mampu jadi salah satu gangguan kebugaran yang sungguh-sungguh sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, khususnya kalau seorang wanita yang menderita penyakit kista berikut tengah mengalami datang bulan atau menstruasi.

Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur memuat ribuan telur yang masih muda, sering disebut termasuk follicle. Setiap bulan follicle berikut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan jadi telur yang matang.

Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini terlihat berasal dari indung telur dan bergerak ke rahim lewat saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle dapat mengecil dan menghilang dalam saat 2-3 minggu dan dapat terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Kista adalah gangguan pada proses ovulasi tersebut.

Penyebab Kista pada Wanita
Setelah memahami apa itu kista, mari telusuri lebih dalam mengenai penyebab kista pada wanita.

-Paling umum, penyebab kista adalah tumor
-kondisi genetik
-infeksi
-Pada kasus tertentu, penyebab kista adalah kekeliruan pada perkembangan embrio
-cacat sel
-Peradangan yang sangat parah
-Parasit
-cedera

Kebanyakan penyebab kista adalah tumor jinak gara-gara ada kendala pada proses pembuangan air berasal dari dalam tubuh yang berlangsung secara alami. Akan tetapi, lebih dari satu penyakit kista mampu jadi tumor yang tumbuh dalam sebuah tumor.

4 Macam Jenis Penyakit Kista pada Wanita
Setelah memahami apa itu penyakit kista pada wanita, pasti Anda wajib memahami tipe penyakit kista. Penyakit kista adalah penyakit yang mampu dibedakan jadi 4 macam kista indung telur: Kista ovarium (kista fungsional), dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma).

1. Penyakit Kista Ovarium (Kista Fungsional)
Penyakit kista ovarium adalah kantong cairan yang mengendap di dalam ovarium wanita. Ovarium merupakan anggota berasal dari proses reproduksi wanita sehingga gangguan pada anggota tubuh ini disebut dengan kista ovarium.

Sel kista ovarium yang berjenis kista fungsional merupakan penyakit kista yang umum dan mampu hilang dengan sendirinya bersamaan berjalannya waktu. Akan tapi kista patologis punyai sifat kanker.

2. Penyakit Kista Dermoid
Penyakit kista dermoid adalah kantong yang terbentuk pada kulit tubuh wanita, terdiri berasal dari struktur jaringan kulit, kelenjar keringat, folikel rambut, jaringan saraf, atau gigi.

Kista dermoid berwujud seperti benjolan di permukaan kulit.

3. Penyakit Kista Coklat Endometriosis
Kista Coklat Endometriosis disebut kista coklat gara-gara gejalanya ditandai dengan kehadiran cairan berwarna cokelat kemerahan.

4. Kista Kelenjar Cystadenoma
Penyakit kista kelenjar cystadenoma merupakan tumor jinak yang terlihat ke permukaan ovarium berukuran besar.

Sebagian besar penyakit kista pada wanita adalah kasus yang terlihat tanpa gejala kista dan diketahui secara kebetulan pada saat periksa dokter. Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa gara-gara gara-gara lain.

Gejala khas yang terlihat kalau berlangsung penyakit kista adalah:
Gejala Kista Ovarium (Kista Fungsional)
Sering terlihat tanpa gejala kista. Timbul gejala rasa sakit bila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering berlangsung dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia mampu mengecil sendiri dalam saat 1-3 bulan.

Gejala Kista Dermoid
Penyebab penyakit kista dermoid adalah gara-gara jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh jadi lebih dari satu jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista mampu berlangsung pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala kista berwujud rasa sakit bila kista terpuntir atau pecah.

Gejala Kista Cokelat (endometrioma)
Penyebab penyakit kista tipe endometrioma adalah susunan di dalam rahim (yang biasanya mengelupas sewaktu haid dan terlihat terlihat berasal dari kemaluan seperti darah), tidak terdapat dalam rahim tapi menempel pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini tiap-tiap kali haid, susunan berikut membuahkan darah haid, yang dapat terus menerus tertimbun dan jadi kista. Kista ini mampu pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala kista utama yakni rasa sakit khususnya sewaktu haid atau sexual intercourse.

Gejala Kistadenoma
Berasal berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh jadi kista. Kista tipe ini termasuk mampu menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala kista yang timbul biasanya akibat penekanan pada anggota tubuh kurang lebih seperti kandung kencing sehingga mampu membuat semacam ”beser”.

Apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya?
Setelah memahami apa itu penyakit kista dan gejala kista pada perempuan, terlihat pertanyaan paling mutlak mengenai penyakit kista, yakni apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya.

Salah satu bahaya yang ditakuti mengenai penyakit kista adalah kalau kista berikut jadi ganas. Sekalipun tidak seluruh kista enteng beralih jadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering berlangsung dan sangat jarang jadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang berlangsung tapi enteng jadi ganas khususnya pada umur di atas 45 tahun atau tidak cukup berasal dari 20 tahun.

Bahaya lain berasal dari penyakit kista adalah bila terpuntir. Kejadian ini dapat mengakibatkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk menghindar kista jangan sampai pecah. Apabila kista berikut sampai pecah mampu membuat hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.

Salah satu saran terbaik untuk mendeteksi dini keberadaan kista adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter secara periodik, menyimak gejala kista, dan menjauhkan aktivitas yang mampu jadi penyebab kista sehingga seorang wanita mampu mengantisipasi barangkali terjadinya gangguan kebugaran pada tubuhnya, termasuk mengantisipasi penyebab kista pada wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *