Kanker Kelenjar Getah Bening – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit kelenjar getah bening adalah penyakit kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang di awalnya normal. Sama halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh terhadap berbagai organ dalam tubuh juga kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah ataupun organ lain. Penyakit ini dikenal juga bersama dengan limfoma.

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening
Penyakit kelenjar getah bening atau limfoma adalah sekelompok penyakit keganasan yang mengenai dan mengenai proses limfatik. Sistem limfatik merupakan anggota mutlak dari proses kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.

Lantas, kanker getah bening disebabkan oleh apa?

Kanker kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh infeksi dari berbagai organisme, yakni bakteri, virus, protozoa, riketsia atau jamur. Secara khusus, infeksi menyebar ke kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung atau mata.

Sebelum jadi kanker, Anda juga mesti tahu apa saja penyebab kelenjar getah bening bengkak. Tak cuma itu, berikut juga yang juga penyebab kanker kelenjar getah bening:

1. Radang tenggorokan
Perlu Anda ketahui juga bahwa radang tenggorokan dapat memicu peradangan dan bahkan pembengkakan kelenjar limpa di lebih kurang leher. Penyakit yang satu ini dapat dikatakan sebagai penyakit lazim dikarenakan dapat dialami oleh siapa saja.

Penyebab radang tenggorokan pun beragam, merasa dari alergi, infeksi bakteri, infeksi virus, amandel bengkak, atau bahkan ada cedera spesifik di tenggorokan.

2. Infeksi gigi dan gusi
Penyebab lain kelenjar getah bening bengkak adalah adanya infeksi gigi dan gusi. Biasanya infeksi ini disebabkan oleh adanya penumpukan nanah yang disebabkan oleh bakteri. Ketika salah satunya terinfeksi, maka kelenjar getah bening bakal bengkak.

3. Inveksi virus dan bakteri
Seperti diketahui, benar-benar banyak jenis virus dan bakteri yang dapat menyerang tubuh. Banyak masalah memperlihatkan bahwa infeksi virus dan bakteri dapat memicu penyakit kelenjar getah bening. Ketika pembengkakan terjadi, maka sudah dapat keluar di mana wilayah tubuh yang terinfeksi.

4. Infeksi telinga
Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan oleh infeksi telinga. Umumnya, ini berlangsung dikarenakan alergi atau infeksi saluran pernapasan anggota atas. Jika bengkak berlangsung di lebih kurang kepala dan leher, maka dapat saja kelenjar getah bening sebetulnya bengkak akibat infeksi telinga.

5. Kanker
Ketika kelenjar getah bening bengkak, jangan pernah disepelekan! Kelenjar getah bening yang bengkak dapat jadi awal tandanya kanker limfoma. Tak mesti panik dikarenakan kanker kelenjar getah bening tetap dapat diatasi kecuali tetap ada di stadium awal. Oleh dikarenakan itu, jangan pernah sepelekan apa-pun gejala penyakit yang ada di tubuh Anda.

Tahapan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening
Tingkat keparahan suatu penyakit, lebih-lebih kanker biasa disebut sebagai stadium. Penanganan kanker di tiap-tiap stadium pun sudah pasti berbeda-beda. Mengetahui stadium penyakit kelenjar getah bening pasti bakal menunjang Anda memperoleh penyembuhan dan perawatan yang tepat.

Berikut penjelasan stadium kanker kelenjar getah bening:

Stadium 1
Ketika tetap stadium 1, penyakit limfoma baru ditemukan di satu organ limfoid atau kelenjar getah bening. Selanjutnya, kanker kelenjar getah bening juga baru ditemukan di satu anggota luar organ kelenjar getah bening.

Stadium 2
Pada penyakit kelenjar getah bening stadium 2, sel kanker kebanyakan sudah menyerang dua atau lebih kelenjar getah bening. Bagian yang terserang pada anggota atas atau bawah diafragma. Sel kanker juga bakal ada di kelenjar getah bening yang ada di satu organ terdekat, supaya dapat pengaruhi kelenjar getah bening lain lebih kurang diafragma.

Stadium 3
Memasuki stadium 3, kanker kelenjar getah bening sudah menyerang organ lain yang ada di sekitarnya, seperti limpa. Kondisi ini memicu kanker menyebar merasa dari wilayah kemunculan pertama ke semua kelenjar di lebih kurang diafragma.

Stadium 4
Kanker kelenjar getah bening stadium 4 sudah menyebar ke organ lain yang tidak juga kelenjar getah bening. Beberapa organ berikut terdiri dari limpa, hati, paru-paru, tulang, tulang sumsum, dan kulit.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening
Gejala penyakit kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening terhadap leher, ketiak atau pangkal paha. Pembengkakan kelenjar tadi dapat dimulai bersama dengan gejala penurunan berat badan secara gratis, rasa lelah yang konsisten menerus, batuk-batuk dan sesak napas, gatal-gatal, demam tanpa dikarenakan dan berkeringat malam hari.

Seringkali, penderita tidak memperlihatkan gejala khas. Gejala lazim kanker kelenjar getah bening yakni berlangsung semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening terhadap leher. Tidak adanya keluhan seperti ini memicu banyak pasien yang baru berobat kala sudah masuk stadium lanjut.

Jika sudah seperti ini, sel kanker sudah menyebar dan sukar diangkat bersama dengan operasi. Penyakit kelenjar getah bening ini juga salah satu penyakit yang dapat memicu kematian.

Ada banyak kelenjar getah bening di dalam tubuh dan bahkan jumlahnya ada lebih kurang 600 kelenjar. Meskipun jumlahnya benar-benar banyak, cuma ada beberapa kelenjar yang ada di bawah permukaan kulit dan dapat kita raba. Ukurannya pun berbeda-beda.

Berikut adalah letak kelenjar getah bening yang dapat diraba:

-Belakang daun telinga.
-Salah satu segi leher.
-Bagian bawah rahang.
-Ketiak.
-Pangkal paha.

Diagnosis Kanker Kelenjar Getah Bening
Tak mesti cemas pernah kecuali Anda mengalami salah satu ciri penyakit kelenjar getah bening. Segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis untuk mendeteksi terjadinya kanker limfoma. Berikut tahapan pemeriksaan penyakit kanker getah bening:

-Mengecek riwayat kanker di keluarga (keturunan).
-Melakukan pemeriksaan fisik di lebih kurang leher dan ketiak.
-Melakukan biopsi, yakni mengambil alih beberapa sampel sel kelenjar getah bening untuk di cek di labroratorium.
-Melakukan X-ray, CT scan, MRI scan, dan PET scan.
-Tes darah dan urine.
-Pungsi lumbal, yakni mengambil alih sampel cairan saraf untuk memeriksa susum tulang belakang (khusus limfoma non-hodgkin).

Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening
Pengobatan kanker limfoma bergantung dari organisme penyebabnya. Jika berlangsung dikarenakan infeksi bakteri, kebanyakan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) atau intravena (melalui pembuluh darah).

Kelenjar getah bening yang terkena dapat dikompres untuk menunjang mengurangi rasa sakit hangat. Biasanya kecuali infeksi sudah diobati, kelenjar bakal mengecil secara perlahan dan rasa sakit bakal hilang. Kadang-kadang kelenjar yang membesar selamanya keras dan tidak ulang merasa lunak terhadap perabaan.

Inilah pilihan penyembuhan kanker kelenjar getah bening, di antaranya:

1. Pemberian antibiotik
Pemberian obat-obatan berwujud antibiotik adalah cara lazim untuk menanggulangi pembengkakan dan infeksi bakteri di dalam tubuh. Apabila kelenjar getah bening yang bengkak disebabkan oleh virus, maka kebanyakan pasien bakal diberikan obat-obatan untuk meringankan gejala.

2. Perawatan kanker
Perlu dimengerti pernah bahwa perawatan yang dijalankan bakal berbeda-beda. Meskipun demikian, bagian perawatan baru benar-benar dapat dijalankan kala kelenjar getah bening sebetulnya bengkak dan disebabkan oleh kanker. Perawatannya dapat terdiri dari terapi radiasi, operasi, atau kepoterapi.

3. Pengobatan di rumah
Anda juga dapat melakukan penyembuhan kanker getah bening sendiri di rumah. Pengobatan sendiri seperti ini sebetulnya tidak bakal 100% menghilangkan, namun dapat menunjang meredakan. Berikut beberapa pilihannya:

-Konsumsi obat pereda rasa nyeri.
-Dikompres bersama dengan air hangat.
-Berkumur air garam.
-Beristirahat yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *