Tifus – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Tifus adalah penyakit infeksi berkelompok yang meliputi berbagai style deman yang disebabkan oleh infeksi Salmonella typhi, menyebar berasal dari makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut.

Apa Itu Penyakit Tifus
Penyakit tifus benar-benar lazim ditemukan di negara-negara berkembang dan negara dunia ketiga di mana proses sanitasi tetap belum hiegenis. Fakta mengerikan lainnya adalah wabah ini bisa mengancam nyawa bila diderita oleh anak kecil dan tidak ditangani bersama cepat oleh tenaga medis.

Penyebab tifus adalah infeksi demam tifoid berjalan disaat seseorang konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi sejumlah kecil tinja yang memiliki kandungan bakteri dan bisa menular bersama cepat. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan berjalan akibat terkena urine yang terinfeksi bakteri.

Penyakit tifus (Thypus Abdominalis) merupakan penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan kadang kala pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini bisa juga mengakibatkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).

Kuman selanjutnya masuk lewat saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke didalam pembuluh darah didalam kala 24-72 jam. Kemudian bisa berjalan pembiakan di proses retikuloendothelial dan menyebar ulang ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai tanda-tanda klinis.

Gejala Tifus
Gejala tifus klinis pada anak-anak umumnya lebih enteng daripada orang dewasa. Masa tunas rata-rata 10-20 hari. Tetapi bisa hanya 4 hari, terkecuali terinfeksinya lewat kuman yang ada di makanan. Selama masa inkubasi akan ditemukan gejala-gejala yang mungkin mirip bersama penyakit lain, seperti tidak sedap badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat.

Penderita tifus umumnya mengalami demam namun tidak disertai batuk dan pilek dan demamnya sulit sekali turun biarpun sudah meminum obat penurun demam. Hal itu umumnya berjalan sepanjang 1 minggu apalagi lebih.

Gejala tifus klinis yang ditemukan setelah masa inkubasi lewat adalah demam tinggi, umumnya malam lebih tinggi daripada siang, dan ini berjalan terus menerus, bisa sampai tiga mingguan. Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah. Juga ditemukan lidah ditutupi selaput putih. Perut sering kembung, dan konstipasi dengan sebutan lain tidak membuang air besar sepanjang lebih dari satu hari. Biasanya juga disertai gangguan kesadaran, apalagi penderita bisa kehilangan kesadaran bila penyakit ini tidak tertangani bersama baik.

Penyakit tifus yang tidak tertangani bersama baik, atau diketahui didalam situasi sudah kronis bisa menimpulkan komplikasi yang memadai berbahaya, baik di usus maupun di organ selain usus.

Misalnya berjalan perdarahan usus, atau apalagi usus bisa berlubang. Sementara pada organ di luar usus bisa menimbulkan komplikasi pada proses peredaran darah, gangguan paru, ginjal, hati, dan juga proses kesadaran.

Penyebab Tifus
Penularan salmonella thypi bisa lewat makanan, jari tangan/kuku, muntah, lalat, dan feses. Kuman selanjutnya bisa ditularkan lewat perantara lalat, di mana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat.

Apabila orang selanjutnya tidak cukup perhatikan kebersihan dirinya seperti membersihkan tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat lewat mulut.

Kemudian kuman masuk ke didalam lambung, lebih dari satu kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan lebih dari satu ulang masuk ke usus halus bagian distal dan menggapai jaringan limpoid.

Di didalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, selanjutnya masuk ke aliran darah dan menggapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian membebaskan kuman ke didalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu yang menjadi penyakit tifus,

Semula disangka demam dan tanda-tanda tifus pada typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental diambil kesimpulan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid.

Endotoksemia berperan pada patogenesis typhoid, gara-gara menunjang proses terjadinya tanda-tanda tifus bersifat inflamasi lokal pada usus halus. Demam disebabkan gara-gara salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.

Cara Menyembuhkah Tifus
Setelah memahami penyebab dan tanda-tanda tifus, mari ketahui bagaimana langkah mengobatinya. Mengobati tifus perlu ketelitian, kesabaran, dan kesergapan demi jauhi terjadinya efek penyakit lain yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah langkah yang mesti diperhatikan didalam langkah menyembuhkan tifus.

-Jika situasi pasien penyakit tifus tidak berat, dan penyakitnya tetap awal, yakni sudah didiagnosis sebelum saat demam lebih berasal dari 3 minggu, umumnya tetap bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi terkecuali mendadak suhu turun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Sebenarnya target utama berasal dari istirahat total ditujukan untuk menahan terjadinya komplikasi di usus.
-Makanan tak selalu mesti lunak, asal jangan style yang merangsang (diet rendah serat dan tinggi kalori dan protein). Yang dimaksud bersama style yang merangsang di sini adalah makanan pedas dan asam.
-Kesembuhan penderita penyakit ini dipengaruhi berbagai hal, di antaranya adalah umur, situasi umum, tingkat kekebalan penderita, jumlah dan daya infeksi kuman yang masuk tubuh, serta cepat dan tepatnya pengobatan.

Yang mesti diperhatikan berasal dari pasien penyakit tifus:

-Masalah penderita carrier. Setiap orang yang terinfeksi kuman salmonella, akan meng ekskresikan kuman selanjutnya bersama bersama feses dan air seni sepanjang lebih dari satu kala spesifik atau sekitar tiga bulan.
-Jika hal ini berjalan terus menerus setelah lebih tiga bulan maka yang mengenai dikatakan sebagai carrier. Orang yang menjadi carrier ini merupakan sumber penularan penyakit tifus kepada orang lain. Kuman tifus bisa selalu ada pada carrier tadi sampai lebih berasal dari 1 tahun.

Pencegahan Tifus

-Menjaga kebersihan lingkungan bersama langkah menyediakan sarana air minum yang memenuhi syarat, pembuatan jamban yang hygienis, pemberantasan lalat dan pengawasan pada tempat tinggal makan dan penjaja makanan adalah lebih dari satu hal yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
-Terhadap manusia dilakukan usaha imunisasi untuk mengimbuhkan kekebalan tubuh yang kuat. Selain itu mengimbuhkan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya penyakit ini, sehingga masyarakat akan berusaha untuk melindungi dirinya dan lingkungannya untuk selalu bersih dan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *