Kanker Darah: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Kanker darah adalah type penyakit kanker yang paling umum. Sebagian orang kemungkinan mengenal kanker darah sebagai leukimia, padahal leukimia cuma merupakan tidak benar satu dari type kanker darah. Kenali jenis, tanda-tanda kanker darah, penyebab kanker darah, hingga pengobatannya lewat artikel ini!

Apa Itu Kanker Darah?
Dilansir dari laman American Society of Hematology, kanker darah adalah kanker yang merubah produksi dan faedah sel darah. Sebagain besar sel darah berawal dari sumsum tulang yang merupakan area diproduksinya darah.

Sel induk yang ada dalam sumsum tulang belakang akan jadi dewasa dan berkembang jadi tiga type sel darah yakni sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Ketiga type sel darah ini punyai fungsinya masing-masing.

Sebagian besar kanker darah menyebabkan pertumbuhan sel darah normal terganggu akibat dari pertumbuhan dari sel darah yang abnormal. Sel darah abnormal atau dapat juga disebut sebagai sel-sel kanker ini menghambat sel darah normal untuk menjalankan fungsinya layaknya untuk melawan infeksi hingga menghambat pendarahan.

Jenis-Jenis Kanker Darah
Bukan cuma leukimia, ada banyak type kanker darah.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak orang beranggapan bahwa leukimia adalah salah satu kanker darah, padahal tetap terkandung dua type kanker darah lainnya. Secara umum, terkandung tiga type kanker darah yaitu:

1.Leukimia

Leukimia adalah type kanker darah yang paling lazim ditemui. Leukimia ditemukan dalam darah dan sumsum tulang akibat dari produksi sel darah putih abnormal yang amat cepat.

Sel darah putih abnormal yang berkembang tidak punyai kemampuan untuk melawan infeksi dan justru mengganggu kemampuan sumsum tulang belakang untuk membuahkan sel darah merah dan trombosit.

Berdasarkan sifatnya leukimia dibagi jadi akut dan kronis. Leukimoa akut berkembang cepat, sedangkan leukimoa parah berkembang lebih lambat. Klasifikasi leukimia juga dibedakan berdasarkan type sel darah yang berkembang jadi sel kanker, yakni jadi leukimia limfositik dan leukimia myelogenous.

Leukimia limfositik adalah petumbuhan abnormal terhadap sel sumsum yang jadi limfosit, yang merupakan sel darah putih yang punyai peran dalam sistem kekebalan tubuh. Sedangkan leukimia myelogenous merupakan pertumbuhan sel abnormal terhadap sel sumsum yang matang dan jadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Jika diambil kesimpulan maka terkandung empat klasifikasi leukimia yaitu:

-Leukimia limfositik akut
-Leukimia myelogenous akut
-Leukimia limfositik kronis
-Leukimia myelogenous kronis.

Jenis leukima yang paling lazim berjalan terhadap anak-anak adalah leukimia limfosotik akut, baru kemudian leukima myelogenous akut. Sedangkan leukimia yang paling lazim terhadap orang dewasa adalah leukimia myelogenous akut dan leukimia limfositik kronis. Meskipun begitu terhadap dasarnya setiap type leukimia dapat saja menyerang anak-anak maupun dewasa.

2.Limfoma

Limfoma disebut juga sebagai kanker sistem limfatik atau kanker getah bening.

Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening yang ada di leher, ketiak, dada, selangkangan, hingga perut. Sistem limfatik bekerja untuk membuahkan sel-sel kekebalan tubuh dan menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh.

Seperti yang telah disebutkan di awalnya terkandung sel limfosit yang punyai tugas untuk melawan infeksi, sel ini berada di kelerja getah bening. Limfosit abnormal atau limfoma yang berkembang akan berkumpul di kelanjar getah bening dan akan menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh bersamaan bersama berjalannya waktu.

Limfosit terdiri dari dua type yaitu:

-Limfoma Hodgkin, limfoma terbentuk dari limfosit type sel B.
-Limfoma non-Hodgkin, limfoma terbentuk dari limfosit sel B atau sel T.

3.Myeloma

Jenis kanker darah yang ketiga adalah myeloma yang merupakan kanker sel plasma darah.

Plasma darah adalah komponen darah berwujud cairan yang jadi medium sel-sel darah. Sel plasma darah semestinya membuahkan antibodi untuk menangkal penyakit dan infeksi dalam tubuh.

Sel plasma ganas atau myeloma menghambat produksi antibodi normal sehingga sistem kekebalan tubuh melemah dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Perkembangan myeloma juga mengganggu produksi sel darah merah dan putih normal dan juga mengganggu fungsinya.

Sel myeloma diproduksi dalam sumsum tulang. Sel ini dapat megalir lewat aliran darah dan menyerang bagain tulang lain di tubuh. Jika kemunculan myeloma ada terhadap beberapa area sumsum tulang, maka disebut bersama multiple myeloma.

Gejala Kanker Darah
Setiap type kanker darah yang berlainan kemungkinan akan tunjukkan ciri dan tanda-tanda kanker darah yang juga berbeda.

1. Gejala kanker darah leukimia
Gejala kanker darah leukimia dapat berlainan berdasarkan klasifikasinya dan stadiumnya. Ini beberapa tanda-tanda dan tanda-tanda kanker darah leukimia yang paling umum:

-Demam, menggigil, berkeringat di malam hari, dan tanda-tanda flu lainnya.
-Sakit kepala
-Lemah dan kelelahan
-Gusi bengkak atau berdarah
-Pembengkakan hati atau limpa
-Pembengkakaan amandel
-Nyeri tulang
-Kulit pucat
-Muncul bercak merah terhadap kulit
-Penurunan berat badan

Jika mengalami tanda-tanda kanker darah leukimia layaknya yang disebutkan di atas, jangan panik dan tetap tenang. Dibutuhkan kontrol untuk meyakinkan apakah tanda-tanda selanjutnya benar merupakan kanker darah.

2. Gejala kanker darah limfoma
Gejala kanker darah limfoma terpengaruh oleh type dan stadium kanker darah. Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan tanda-tanda kanker darah limfoma yang umum:

-Pembengkakan kelanjar getah bening terhadap leher, ketiak, atau selangkangan. Ditandai bersama ada benjolan yang merasa nyeri.
-Demam
-Lemah dan kelelahan
-Berkeringat, khususnya di malam hari
-Ruam terhadap lipatan kulit
-Gatal di kulit
-Sakit dada dan kesulitan bernapas
-Penurunan berat badan tanpa sebab
-Nafsu makan menurun
-Nyeri tulang

Beberapa tanda-tanda kanker darah limfoma sebenarnya tidak berlainan jauh bersama kanker darah leukimia. Jika mengalami tanda-tanda layaknya yang disebutkan di atas, jangan panik dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk menyadari penyebab kanker darah.

3. Gejala kanker darah myeloma
Gejala dan tanda-tanda kanker darah myeoloma adalah layaknya selanjutnya ini:

-Kelebihan kalsium dalam darah atau hiperkalsemia
-Anemia
-Kerusakan ginjal
-Gangguan tulang layaknya osteoporosis, nyeri tulang, pembengkakan tulang, hingga patah tulang
-Kadar prorein dalam darah dan / atau urin tinggi
-Penurunan berat badan
-Tubuh rentan terkena infeksi.

Daftar tanda-tanda kanker di atas bukan merupakan daftar lengkap. Gejala yang dirasakan juga dapat disebabkan oleh gara-gara lain selan kanker. Maka dari itu, jangan sangsi untuk berkonsultasi ke dokter untuk meyakinkan penyebab kanker darah dan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Penyebab Kanker Darah
Penyebab kanker darah secara lazim adalah pertumbuhan sel darah abnormal yang tidak dapat dikendalikan sehingga menggangu faedah dari sel darah normal.

Pada beberapa persoalan kanker darah, penyebab kanker darah tidak diketahui secara spesifik. Meskipun penyebab kanker darah tidak diketahui bersama jelas, terkandung beberapa segi risiko yang dapat menaikkan kemungkinan seseorang mengalami tanda-tanda kanker darah.

Faktor risiko selanjutnya antara lain layaknya segi genetik, paparan radiasi, paparan bahan kimia, virus, dampak samping kemoterapi, sindrom Myelodysplastic, dan gara-gara ada kelainan darah.

Faktor risiko kanker darah
Faktor risiko kanker darah juga dapat dibedakan berdasarkan type kanker darahnya. Berikut adalah segi risiko kanker darah leukimia, limfoma, dan myeloma:

1. Faktor risiko leukimia
Faktor risiko kanker darah leukimia adalah:

-Paparan radiasi tingkat tinggi
-Paparan bahan kimia secara berulang
-Kemoterapi
-Down syndrome
-Riwayat leukimia dalam keluarga.

2. Faktor risiko limfoma
Beberapa segi yang menaikkan seseorang terkena limfoma adalah:

-Lanjut usia
-Berjenis kelamin pria
-Memiliki riwayat penyakit autoimun
-Mengidap HIV/AIDS
-Diet tinggi lemak dan daging
-Terpapar pestisida tertentu

3. Faktor risiko myeloma
Faktor risiko kanker darah myeloma adalah:

-Usia di atas 50 tahun
-Berjenis kelamin laki-laki
-Mengidap penyakit Gaucher
-Memiliki riwayat keluarga pasien myeloma (orang tua, anak, atau saudara kandung)
-Orang keturunan Afrika-Amerika
-Obesitas
-Terpapar radiasi
-Bekerja di industri yang perihal bersama minyak bumi.
Faktor risiko bukan merupakan penyebab kanker darah, namun cuma dapat menaikkan kemungkinan seseorang dapat di serang oleh penyakit tersebut. Tidak wajib merasa panik atau khawatir kalau punyai tidak benar satu atau lebih segi risiko yang disebutkan di atas.

Individu yang berisiko terkena kanker darah sebaiknya jauhi segi pemicu dan menerapkan pola hidup sehat untuk menunrunkan risiko terkena kanker darah. Memeriksakan kebugaran secara teratur juga jadi perihal yang perlu dilakukan untuk meyakinkan Anda safe dari penyakit tersebut.

Diagnosis Kanker Darah
Jika seseorang diduga terkena kanker darah, maka akan dilakukan serangkaian kontrol kanker sebelum saat dilakukan diagnosis.

Pemeriksaan ini juga berfungsi untuk menyadari type kanker darah yang diderita. Mengenali type dan tanda-tanda kanker darah amat penting, sehingga perawatan yang diberikan juga tepat.

Dilansir dari blood-cancer.com, selanjutnya adalah urutan kontrol yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker darah:

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
Dokter akan menanyakan perihal riwayat kebugaran Anda lewat pertanyaan tertera dan verbal.

Tujuannya adalah untuk menyadari apa dan seberapa lama tanda-tanda kanker darah Anda alam. Pertanyaan lain yang kemungkinan masuk ke dalam riwayat kebugaran adalah layaknya riwayat kebugaran bagian keluarga dekat, obat-obatan yang dulu dikonsumsi, riwayat penyakit lain, alergi, imunisasi, dan tes kebugaran yang dulu dijalani sebelumnya.

2. Pemeriksaan fisik
Selanjutnya, akan dilakukan kontrol fisik yang kebanyakan dilakukan bersama langkah inspeksi visual (melihat), palpasi (merasakan), auskultasi (mendengarkan, kebanyakan bersama stetoskop), perkusi (mengetuk untuk membuahkan suara).

Tujuan kontrol fisik adalah untuk menerukan tanda-tanda kanker darah. Dokter juga akan melacak isyarat layaknya memar, pendarahan tidak biasa, dan perubahan terhadap kulit. Pemeriksaan terhadap area tubuh untuk mendeteksi perubahan layaknya bagian tubuh mengeras, melunak, atau menyakitkan kala disentuk juga akan dilakukan.

3. Tes darah
Terdapat beberapa type tes darah yang dapat dilakukan untuk diagnosis kanker darah:

-Complete blood count (CBC) atau tes darah lengkap, adalah tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Hasil tes ini termasuk jumlah hemoglobin, presentasi sel darah merah atua hematokrit dan kadang kala juga mengukut kandungan 5 type sel darah putih yang berbeda.
-Peripheral blood smear, merupakan tes tindak lanjut kalau ditemukan ada hasil abnormal terhadap CBC. Tes ini bertujuan untuk mendefinisikan penampilan sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah, beserta bersama kelainan yang kemungkinan terjadi.
-Blood chemistry atau chemistry panel, merupakan tes yang dilakukan untuk menngetahui tingkat abnormal unsur tertentu layaknya elektrolit atau beberapa protein dalam darah. Selain mendiagnosis kanker, hasil tes ini juga dapat jadi indikator persoalan kebugaran lainnya.
-Blood clotting test atau tes pembekuan darah, dilakukan untuk menyadari apakah darah menggumpal atau membeku secara normal. Tes ini dilakukan untuk menyadari apakah tanda-tanda layaknya memar atau pendarahan yang Anda rasakan benar merupakan tanda-tanda kanker darah.

4. Urinalisis
Urinalisis adalah pemikiran urin atau dikenal juga bersama tes urin.

Tujuan dari tes urin adalah untuk menilai faedah ginjal. Tes ini juga dapat dilakukan selama dan setelah perawatan kanker untuk menyadari faedah ginjal dan kebugaran secara umum.

5. Biopsi kelanjar getah bening
Jenis kanker darah tertentu perlu biopsi kelenjar getah bening untuk meyakinkan diagnosisnya. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk kemudian di check di laboratorium. Pengambilan jaringan kelenjar getah bening dilakukan mengfungsikan jarum atau lewat bedah.

6. Aspirasi dan biopsi sumsum tulang
Sebagian kanker darah merubah sumsum tulang. Jika perihal ini berjalan maka wajib dilakukan aspirasi dan biopsi untuk menunjang diagnosis.

Sampel sumsum tulang yang diambil kebanyakan adalah bagian tulang panggul. Tes ini perlu anestesi dan kerap kali tetap menyebabkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman selama berlangsung.

7. Pemeriksaan genetik
Pemeriksan sitogenetik dilakukan untuk memandang potensi kelainan kromoson atau mutase terhadap kanker darah.

Terdapat dua type kontrol genetik yakni polymerase chain reaction (PCR) dan fluorescent in situ hybridization (FISH). Kedua tes ini tidka dapat memandang perubahan kromoson secara keseluruhan, namun dapat menunjang mendeteksi mutase genetik yang tertentu dan dikenal.

Pemeriksaan genetik tidak cuma menunjang dalam diagnosis, tapu juga dalam prognosis, penentuan pengobatan yang tepat, memantau efektivitas pengobatan yang dipilih.

8. Flow cytometry
Flow cytometry adalah tes yang dilakukan untuk mengindentifikasi sel berdasarkan type antigen atau penanda terhadap permukaannya.

Laser digunakan dalam tes ini untuk menyadari karakteristik sel. Pemeriksaan sampel darah bersama miskroskop juga dilakukan bersama langkah menodai sel bersama antigen tertentu mengfungsikan zat warna.

9. Lumbar puncture atau spinal tap
Lumbar puncture atau spinal tap adalah prosedur yang dilakukan untuk menghimpun sampel cairan serebrospinal yang merupakan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang sebagai bantalan. Tujuan tes ini adalah untu menyadari apakah kanker telah menyebar ke cairan serebrospinal.

10. Tes pencitraan
Tes pencitraan dilakukan mengfungsikan peralatan medis untuk memandang deskripsi tubuh. Beberapa type tes pencitraan yang dilakukan untuk diagnosis kanker darah adalah seperti:

-X-ray atau rontgen dada, dilakukan untuk mengambil gambar dada juga paru-paru, jantung, arteri besar, tulang rusuk, dan diagragma. Dilakukan kalau dicurigai berjalan infeki terhadap paru-paru.
-CT scan, dilakukan untuk menyadari apakah kanker telah menyebar ke organ tertentu, layaknya limpa.
-MRI, dilakukan untuk memandang gambar struktur internal tubuh, dapat digunakan untuk memeriksa otot dan sumsum tulang belakang.
-USG, dapat dilakukan untuk memeriksa kelerjar getan bening dan organ lain yang berpotensi mengalami pembengkakan di perut layaknya ginjal, hati, atau limpa.

Jenis kontrol kanker darah di atas adalah kontrol yang lazim dilakukan. Rangkaian tes kemungkinan dapat berlainan untuk type kanker darah yang berbeda. Dokter akan menentukan langkah-langkah kontrol berdasarkan hasil dari kontrol sebelumnya.

Pengobatan Kanker Darah
Pengobatan kanker darah dipilih bersama perhitungkan beberapa segi layaknya type kanker, stadium kanker, luas kanker, kecepatan tumbuhnya kanker, mutasi genetik yang kemungkinan terkandung dalam sel kanker, usia, dan kondisi kebugaran pasien secara keseluruhan.

Masih dilansir dari blood-cancer.com, selanjutnya adalah beberapa langkah pengobatan untuk kanker darah:

1. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Obat-obatan ini dapat diberikan degan langkah diminum atau dapat juga disuntikkan ke pembuluh darah atau otot. Target dari kemoterapi adalah sel-sel yang pertumbuhannya cepat layaknya sel kanker.

Namun gara-gara terkandung sel lain yang pertumbuhannya juga cepat layaknya sel dalam saluran pencernaan dan sel rambut, sehingga sel-sel ini pun terkena dampak dari kemoterapi ini.

2. Terapi tertarget
Terapi tertarget atau targeted therapy adalah perawatan yang dilakukan untuk menghambat atau memberlambat penyebaran sel kanker.

Cara terapi tertarget adalah bersama mengganggu area tertentu sel kanker yeng telribat dalam pertumbuhan sel kanker. Selain itu, terapi ini juga dapat berfokus terhadap karakteristik unik dari sel kanker tersebut.

Pengobatan ini tidak layaknya kemoterapi yang membunuh sel kanker, melainkan cuma menghambat pertumbuhannya. Maka dari itu, terapi ini biasasnya dikonbinasikan bersama kemotererapi untuk mengatasi tanda-tanda kanker darah tertentu.

3. Imunoterapi
Imunoterapi adalah perawatan kanker untuk menaikkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang menaikkan akan membunuh sendiri sel-sel kanker yang menyerang tubuh.

4. Leukapheresis
Leukapheresis adalah prosedur yang dilakukan untuk kurangi jumlah sel darah putih dalam darah.

Caranya adalah degan menyaring darah bersama alat tertentu untuk kemudian dikembalikan ke dalam tubuh. Perawatan ini dapat dilakukan kalau jumlah sel-sel leukimoa tinggi dan melebihi jumla sel-sel normal dalam darah.

5. Terapi radiasi
Terapi radiasi adalah terapi mengfungsikan radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker.

Terapi ini dapat dilakukan dalam persoalan kanker darah tertentu bersama tanda-tanda kanker darah pembesaran limpa. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakuakn untuk mengatasi nyeri tulang akibat pertumbuhan sel kanker darah yang ada di sumsum tulang.

6. Transplantasi sel induk
Stem cell transplant atau transplantasi sel induk kebanyakan dikombinasikan bersama kemoterapi bersama dosis tinggi.

Kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan sel darah sehat. Transplantasi sel induk berwujud sel yang belum dewasa yang dapat jadi sel darah baru, dilakukan untuk mengembalikan sumsum tulang. Sel-sel induk untuk transplantasi dapat didapatkan dari pasien dan dihimpun sebelum saat pasien menjalami kemoterapi atau dapat juga didapatkan lewat donor.

7. Operasi
Perawatan kanker darah yang paling akhir adalah bersama operasi.

Operasi tidak dapat membuat sembuh kanker darah, namun dapat meredakan beberapa tanda-tanda kanker darah. Operasi yang dilakukan adalah operasi pengangkatan limpa yang membengkak akibat kanker darah. Tujuannya adalah sehingga organ lain tidak terganggu dan untuk menghambat komplikasi.

Selain pengobatan di atas, dalam beberapa persoalan kanker darah, pasien kadang kala wajib cuma menunggu bersama wapada di bawah pengawasan dokter. Langkah ini dilakukan kalau pertumbuhan kanker darah lambat dan tidak membahayakan.

Selama menunggu, pengobatan untuk meringankan tanda-tanda kanker darah akan dilakukan. Kesehatan pasien juga diawasi bersama ketat oleh dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *