6 Pengaruh Kepribadian Introvert pada Kesehatan

Dalam lingkungan sosial kita, pasti dapat terlalu gampang untuk mendapatkan orang-orang introvert atau mereka yang cenderung pemalu, lebih diam, dan terkesan antisosial. Selain sanggup merubah kehidupan sosialnya, keadaan kesegaran orang introvert memadai unik dan berbeda dari orang lain. Lalu apa dampak kepribadian introvert pada kesehatan? Selengkapnya simak di bawah ini, tetapi khususnya dahulu ketahui penjelasan tentang introvert.

Apa Itu Introvert?
Introvert adalah mereka yang kebanyakan lebih sukai menyendiri daripada berinteraksi bersama dengan orang banyak. Mereka yang berkepribadian introvert kebanyakan pendiam, merenung, dan menutup diri dari dunia luar.

Introvert berasal dari bhs Latin, intro: ke dalam, dan vertere, “berbalik.” Ini melukiskan seseorang yang cenderung berbalik ke didalam diri secara mental. Orang introvert kadang jauhi banyak orang, tetapi merasa lebih bersemangat sementara sendirian. Kebalikan dari seorang introvert adalah seorang ekstrovert, yang lebik aktif didalam jalinan bersama dengan orang lain.

Kepribadian introvert cenderung merasa susah sementara bersosialisasi dan memperoleh lagi kekuatan mereka bersama dengan menggunakan sementara sendirian. Ini lebih dari satu besar sebab otak introvert merespons dopamin secara berbeda dari otak ekstrovert. Dengan kata lain, jikalau Anda seorang introvert, bisa saja besar Anda terlahir layaknya itu.

Jika Anda lebih puas menangani perasaan bersama dengan mencurahkan ke didalam buku harian daripada berbicara, bisa saja Anda adalah seorang yang tertutup.

Mengenal Kondisi Kesehatan Orang Introvert
Orang bersama dengan kepribadian introvert punya keadaan kesegaran yang memadai berbeda bersama dengan orang kebanyakan, berikut adalah lebih dari satu fakta tentang keadaan kesegaran orang yang berjiwa introvert:

1. Mudah mengalami depresi
Pengaruh kepribadian introvert pada kesegaran yang pertama adalah rentan mengalami depresi. Secara psikologis, individu yang introvert dapat terlalu tidak menyukai keramaian dan terlalu nyaman menyendiri. Jika berada didalam sebuah pembicaraan atau keadaan di mana perlu mengemukakan pendapat, Ia dapat cenderung menghambat dan justru pilih untuk diabaikan. Jika dipaksa untuk berpendapat justru sanggup membuatnya stres.

Pakar kesegaran justru mengatakan jikalau orang bersama dengan kepribadian introvert justru lebih gampang menetralisir rasa diabaikan oleh orang lain, namun, di sisi lain terhitung cenderung lebih gampang untuk mengalami depresi. Ia dapat cenderung gampang untuk terjerat didalam pikirannya sendiri walaupun secara psikologis, mereka yang introvert justru lebih realistis bersama dengan kehidupan supaya tidak gampang merasa kecewa.

2. Sistem imun yang lemah
Pakar kesegaran mengatakan dampak kepribadian introvert pada kesegaran ternyata dapat punya risiko punya sistem imunitas tubuh yang lebih lemah dari mereka yang berkepribadian terbuka. Fakta ini didapatkan dari penelitian yang dijalankan oleh University of Nottingham dan University of California.

Imun kepribadian ekstrovert lebih kebal daripada keadaan kesegaran orang introvert yang lebih rentan, sebab mereka yang terbuka dapat lebih baik didalam mengembangkan gen semangat berekspresi dan sanggup menyebabkan sistem imunitas jadi lebih kuat.

Selain itu, kecenderungan mereka yang berkepribadian terbuka dapat lebih sering terpapar bakteri, kuman, virus, kotoran, hingga jamur dari orang-orang yang ditemui supaya sistem imunnya pun dapat berkembang jadi lebih kuat.

3. Tetap fokus meski kurang tidur
Kepribadian introvert yang satu ini unik, sebab mereka lebih tahan pada dampak kurang tidur, sebab mereka punya kebiasaan bersama dengan otak yang senantiasa aktif dan senantiasa fokus. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2010 di Walter Reed Army Institute, orang yang kurang tidur terlalu ekstrovert.

Dalam studi tersebut, baik ekstrovert dan introvert senantiasa terjaga sepanjang 36 jam. Untuk beberapa, terhitung 12 jam jalinan sosial, sementara responden yang lain ditugaskan 12 jam kesibukan terisolasi. Ekstrovert yang punya lebih banyak jalinan sosial punya kuantitas lebih rendah pada tes untuk kewaspadaan dan sementara reaksi daripada introvert.

Teorinya, jalinan sosial sanggup melelahkan kerja otak yang menangani perhatian, supaya menyebabkan mereka untuk tidur. Introvert yang bisa saja punya lebih banyak toleransi untuk perhatian berkelanjutan, terhitung disebut “kortikal gairah,” bisa saja punya kebolehan untuk tidak gampang tidur.

4. Tidak gampang gemuk (obesitas)
Orang introvert bisa saja tidak gampang untuk makan berlebihan daripada mereka yang ekstrovert. Sebuah studi yang dijalankan oleh para peneliti di Cornell Food plus Brand Lab meneliti jalinan antara kepribadian dan tabiat makan anak-anak.

Salah satu tes adalah untuk lihat apakah ukuran mangkok sarapan merubah berapa banyak sereal dan susu anak-anak sekolah melayani diri mereka sendiri. Ketika anak-anak sanggup melayani diri mereka sendiri memanfaatkan mangkok besar, anak-anak yang ekstrovert (sebagaimana dinilai oleh guru dan penasihat) melayani diri mereka sendiri 33 persen lebih banyak (porsi makanan) daripada rekan-rekan mereka yang introvert.

Idenya adalah untuk menguji kerentanan anak-anak pada sinyal eksternal (pengaruh luar), yakni ukuran mangkuk. Para peneliti berspekulasi bahwa orang bersama dengan kepribadian introvert lebih cenderung mengikuti sinyal internal (pengaruh didalam diri) dan cenderung tergoda oleh faktor lingkungan layaknya ukuran mangkuk. Secara umum, introvert bisa saja lebih sanggup untuk menghambat makan berlebihan — tetapi tetap dibutuhkan lebih banyak penelitian.

5. Kebal pada tekanan sosial
Kondisi kesegaran orang introvert dari faktor mentalnya bisa saja lebih kebal pada beraneka jenis tekanan sosial — khususnya, tekanan untuk hadapi beraneka keadaan di lingkungannya, layaknya perlu menghadiri lagi tahun kawan sekelas, mengerjakan tugas kelompok, atau apa-pun itu yang melibatkan banyak orang.

Orang berkepribadian introvert tidak merasa perlu untuk senantiasa bergaul bersama dengan orang lain, dan bisa saja tidak dihina jikalau mereka tidak masuk didalam pergaulan. Salah satu kebolehan seorang introvert adalah sanggup menghambat lebih dari satu tekanan tersebut.

6. Lebih sukar untuk pecintaan
Jika Anda seorang introvert melacak cinta, Anda bisa saja dapat merasa kesulitan. Orang introvert kurang sanggup memasang diri di luar lingkungan sebanyak orang ekstrovert, dan lebih-lebih introvert tidak gampang berkenalan bersama dengan orang baru.

Tetapi, begitu para introvert sukses lewat rintangan itu, mereka memang punya lebih dari satu berlebihan — layaknya keinginan untuk menyebabkan jalinan bersama dengan orang yang mendalam.

Sebagian seorang bersama dengan kepribadian introvert terlalu selektif, mereka tidak dapat membuang-buang sementara didalam jalinan yang tidak menarik. Kencan online bisa saja sudah jadi terlalu membantu bagi para introvert, sebab seringkali mereka sanggup melakukan pembicaraan gampang dan mengawali pembicaraan pada tingkat yang lebih intim.

Nah, itu dia dampak kepribadian introvert pada kesegaran tubuh dan mental. Anda yang punya kepribadian itrovert maupun esktrovert senantiasa jaga kesegaran ya, Teman Sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *