Penyakit Jantung Rematik: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Penyakit jantung rematik adalah penyakit yang berjalan akibat adanya kerusakan pada katup jantung. Rematik jantung tidak berjalan secara segera melainkan dipicu oleh keadaan lain yang disebut bersama dengan demam rematik. Kenali jantung rematik menjadi dari pengertian, penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan pencegahannya berikut ini!

Apa Itu Penyakit Jantung Rematik?
Penyakit jantung rematik adalah penyakit jantung yang berjalan akibat demam rematik akut. Rematik jantung berjalan disaat terkandung kerusakan pada satu atau lebih katup jantung sesudah demam rematik tersebut. Penyakit ini bisa berbentuk akut maupun kronis.

Demam rematik sendiri merupakan penyakit radang yang bisa menyerang jaringan kuncir seperti jantung, sendi, kulit, hingga otak. Demam rematik bisa berkembang dari komplikasi radang tenggorokan atau demam scarlet yang tidak ditangani bersama dengan baik.

Penyebab Penyakit Jantung Rematik
Seperti yang udah disebutkan di awalnya bahwa penyebab rematik jantung adalah karena demam rematik akut. Penyakit jantung rematik disebabkan oleh demam rematik akut yang berjalan berulang di mana jantung mengalami peradangan.

Katup jantung bisa terengang dan / atau tergores sehingga mengganggu aliran darah normal yang melalui katup yang rusak tersebut. Darah bisa mengalir mundur akibat katup yang diregangkan tidak menutup bersama dengan benar. Darah terhitung bisa tersumbat akibat katup yang rusak tidak terbuka bersama dengan benar.

Demam rematik akut bisa berjalan pada siapa saja, tapi yang paling umum berjalan pada umur 5 hingga 15 tahun. Kasus demam rematik yang berkembang menjadi penyakit jantung tingkat lanjut lumayan banyak, yakni hingga lebih kurang 60% jumlahnya.

Seseorang memiliki risiko yang tinggi terkena penyakit jantung rematik apabila mengalami infeksi bakteri Streptococcus yang tidak ditangani bersama dengan baik. Selain itu, anak-anak yang mengalami infeksi radang tenggorokan berulang terhitung memiliki risiko tinggi terkena demam rematik dan penyakit jantung rematik.

Gejala Penyakit Jantung Rematik
Penyakit jantung rematik tidak senantiasa perlihatkan gejala. Namun apabila tanda-tanda jantung rematik muncul, maka gejalanya bisa berupa:

Nyeri dada
Kelelahan berlebihan
Jantung berdebar
Sesak napas
Bengkak pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, atau perut.
Sedangkan untuk demam rematik yang sebabkan jantung rematik, gejalanya bisa berupa:

Demam
Pembengkakan sendi
benjolan pada kulit
Ruam pada dada, punggung, perut
Sesak napas, lemah
Gerakan lengan, kaki, atau otot wajah yang tidak terkontrol.
Jika Anda merasakan tanda-tanda penyakit jantung rematik maupun demam rematik, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perlu diketahui bahwa penyakit jantung rematik terhitung bisa sebabkan komplikasi lainnya seperti gagal jantung, yakni keadaan di mana jantung tidak bisa memompa darah secara efektif. Hal ini lantas sebabkan ketegangan yang sebabkan ukuran jantung menjadi membesar atau membengkak.

Komplikasi lain yang barangkali berjalan adalah seperti kerusakan katup jantung dan jugs stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah pada jantung yang membesar atau pada katup jantung yang rusak. Gumpalan darah yang membeku berikut bisa hancur dan sebabkan penyumbatan pada pembuluh darah di otak sehingga sebabkan stroke.

Diagnosis Penyakit Jantung Rematik
Langkah pertama untuk mendiagnosis penyakit jantung rematik adalah bersama dengan meyakinkan adanya infeksi bakteri strep yang berjalan lebih dari satu saat belakangan. Cara memastikannya bisa melalui kultur apus tenggorokan atau bersama dengan pengecekan darah.

Dokter terhitung dapat lakukan pengecekan fisik untuk menyaksikan adanya isyarat demam rematik seperti nyeri sendi dan peradangan. Pemeriksaan ritme jantung terhitung dilakukan untuk menilai apakah terkandung ritme jantung yang abnormal yang tandanya terkandung kasus pada jantung.

Pemeriksaan lain yang barangkali dilakukan untuk menegakkan diagnosis penyakit jantung rematik adalah sebagai berikut:

Echocardiogram, pengecekan manfaatkan gelombang nada untuk memeriksa area dan katup jantung.
Elektrokardiogram, tes yang dilakukan untuk mencatat kemampuan dan saat kegiatan listrik jantung.
Rontgen dada, dilakukan untuk memeriksa apakah terkandung pembengkakan pada jantung.
MRI jantung, tes pencitraan untuk mengambil gambar jantung secara terperinci. Tes ini berfaedah untuk mendapatkan tampilan katup dan otot jantung yang lebih tepat.
Tes darah, dilakukan untuk mendeteksi infeksi atau peradangan.
Pengobatan Penyakit Jantung Rematik
Penanganan penyakit jantung rematik bisa berbeda mengatur bersama dengan tingkat keparahan penyakit. Apabila kerusakan katup jantung parah, operasi barangkali dibutuhkan untuk memperbaiki keadaan katup jantung yang rusak tersebut.

Perawatan lain yang barangkali dilakukan adalah seperti pemakaian antibiotik untuk menanggulangi infeksi yang berjalan pada katup jantung. Penggunaan obat pengencer darah terhitung barangkali dilakukan untuk menahan terjadinya stroke.

Katup yang macet terhitung bisa diakses manfaatkan benda semacam balon yang dimasukkan melalui vena. Jika sebabkan komplikasi lain, maka pengobatan kan mengatur bersama dengan keadaan pasien tersebut.

Pencegahan Penyakit Jantung Rematik
Penyakit jantung rematik tidak dapat berjalan apabila seseorang tidak mengalami demam rematik. Cara menahan penyakit jantung rematik adalah bersama dengan menahan demam rematik. Berikut adalah lebih dari satu cara menahan penyakit jantung rematik yang barangkali dilakukan:

Penggunaan antibiotik untuk menanggulangi infeksi dan peradangan yang bisa sebabkan demam rematik. Obat antibiotik digunakan karena sesungguhnya infeksi berikut dipicu oleh bakteri. Obat antibiotik barangkali kudu dikonsumsi secara rutin untuk menahan infeksi berulang.
Penggunaan obat antiinflamasi, obyek dari pemakaian obat ini adalah untuk menurunkan risiko kerusakan pada jantung.
Apabila Anda mengalami infeksi secara berulang, pastikan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Sering kali tanda-tanda penyakit yang amat kerap berjalan justru diabaikan, padahal infeksi khusus yang kadang waktu dianggap ringan bisa sebabkan beraneka jenis penyakit lainnya yang bisa lebih beresiko bagi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *