Iskemia: Definisi, Penyebab, dan Pengobatan

Mungkin di pada Anda tersedia yang kerap mendengar makna medis iskemia. Iskemia adalah salah satu persoalan medis yang jadi perhatian para tenaga medis gara-gara bisa menyebabkan kematian.

Yuk, lihat artikel ini yang dapat mengkaji lebih dalam iskemia. Penjelasan ini berisi perihal pengertian iskemia, penyebab iskemia, jenis-jenis iskemia, gejala iskemia, diagnosis iskemia, dan penyembuhan iskemia.

Apa itu iskemia?
Iskemia adalah kondisi medis di mana jaringan atau organ tubuh mengalami kekurangan pasokan darah. Kekurangan pasokan darah tersebut berjalan gara-gara adanya persoalan terhadap pembuluh darah agar distribusi darah terhambat.

Sebagaimana kami ketahui bahwa di dalam darah terdapat zat-zat gizi, senyawa penting, dan oksigen yang terlampau diperlukan oleh sel-sel yang tersedia di dalam seluruh jaringan tubuh. Ketika suatu jaringan kekurangan hal-hal tersebut, maka dapat berjalan kematian sel.

Sel-sel yang mati bisa menyebabkan persoalan yang lebih besar lagi. Jika berjalan terhadap jantung, maka bisa menyebabkan serangan jantung lebih-lebih stroke. Oleh gara-gara itu, kenalilah lebih dalam lagi perihal iskemia.

Penyebab iskemia
Iskemia tidak berjalan begitu saja melainkan tersedia perihal yang jadi penyebabnya. Penyebab iskemia adalah adanya sumbatan yang kebanyakan plak-plak lemak terhadap pembuluh darah. Apabila sumbatan lemak di dalam pembuluh darah terus berlangsung, maka dapat berjalan aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah kondisi pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan kekakuan akibat adanya sumbatan. Selain itu, iskemia termasuk bisa berjalan gara-gara adanya gumpalan darah yang beralih letak ke pembuluh darah yang lebih kecil. Akibatnya, pembuluh darah tersebut makin menyempit yang menyebabkan aliran darah terhalang lebih-lebih berhenti total.

Berikut ini adalah sebagian faktor risiko yang bsia meningkatkan kesempatan terjadinya iskemia:

Aktivitas merokok
Ketergantungan alkohol
Penyalahgunaan obat-obatan
Obesitas atau berat berlebih
Kurang latihan fisik
Pola diet yang tidak baik (tinggi lemak atau tinggi garam)

Jenis-jenis iskemia
Berdasarkan tempat terjadinya iskemia, terdapat tiga style iskemia. Ketiga style iskemia tersebut di antaranya adalah iskemia jantung, iskemia otak, dan iskemia usus. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Iskemia jantung
Iskemia jantung adalah kondisi kekurangan pasokan darah jantung gara-gara adanya halangan aliran terhadap pembuluh arteri di jantung. Hambatan aliran pembuluh arteri di jantung ini bisa sebagian dan bisa termasuk terhalang total.

Kejadian iskemia jantung mempunyai sebagian gejala iskemia jantung yang terlampau kentara di bagian jantung, seperti:

Peningkatan detak jantung
Sensasi tekanan terhadap bagian dada
Kesulitan bernapas
Nyeri leher dan bahu bahu
Produksi keringat berlebih
Kelelahan otot dan lemas
2. Iskemia otak
Iskemia otak adalah kondisi medis di mana pasokan darah termasuk oksigen terhadap pembuluh arteri di otak mengalami hambatan. Hambatan pembuluh arteri di otak bisa menyebabkan kematian sel-sel otak.

Berikut ini adalah sebagian gejala iskemia otak:

Pusing atau sakit kepala
Gangguan komunikasi
Gangguan penglihatan
Keanehan terhadap penampakan wajah
Kurang berungsinya koordinasi tubuh
Kelemahan atau kelumpuhan terhadap sebagian tubuh
3. Iskemia usus
Iskemia usus adalah persoalan medis akibat terhambatnya pembuluh arteri di usus. Hal tersebut dapat mengganggu proses pencernaan. Ada dua style iskemia usus, yakni iskemia usus akut dan iskemia usus kronis.

Di bawah ini adalah sebagian gejala iskemia usus:

Sakit terhadap bagian perut
Perut kembung
Rasa mual tiba-tiba
Sulit membuang air besar
Diagnosis iskemia
Apabila Anda mengalami gejala-gejala iskemia yang udah disebutkan, maka diperlukan adanya diagnosis iskemia lebih lanjut. Diagnosis iskemia ini dikerjakan di rumah sakit dengan pertolongan tenaga medis profesional.

Berikut ini adalah sebagian style diagnosis iskemia:

1. Wawancara pasien
Diagnosis iskemia lini pertama yang dapat dikerjakan dokter adalah jalankan wawancara kepada pasien berkenaan isyarat atau gejala yang dialami oleh pasien. Hasil wawancara tersebut bisa membantu penegakkan diagnosis dokter di awal.

2. Tes darah
Diagnosis iskemia cara selanjutnya adalah dengan jalankan tes darah. Pemeriksaan darah tersebut kebanyakan mempunyai tujuan untuk mengecek takaran kolesterol di dalam darah. Kadar kolesterol tinggi bisa mengindikasikan adanya aterosklerosis.

3. Pemeriksaan kondisi jantung
Pemeriksaan jantung dikerjakan dengan dua cara, yakni dengan Elektrokardiografi dan Ekokardiografi. Elekterokardiografi mempunyai obyek untuk memahami kegiatan jantung, sedang Ekokardiografi untuk menegtahui wujud dan gerakan jantung.

4. Pemeriksaan sumbatan pembuluh darah
Sumbatan pembuluh darah harus dipastikan keberadaannya. Pemeriksaan sumbatan pembuluh darah bisa dikerjakan dengan pertolongan sinar-X atau rontgen pembuluh darah. Dengan cara itu, sumbatan pembuluh darah bisa diketahui dengan jelas.

5. Pemeriksaan khusus iskemia sesuai jenisnya
Pemeriksaan yang membuahkan nilai positif dapat menyebabkan adanya pengecekan lebih lanjut sesuai dengan style iskemia yang Anda alami. Jika Anda ternyata cenderung mengalami iskemia jantung, maka dapat dikerjakan pengecekan dengan CT scan untuk lihat kondisi jantung.

Pada iskemia otak termasuk dapat dikerjakan pengecekan dengan CT scan untuk lihat apakah tersedia kematian sel-sel di dalam otak. Tidak seperti iskemia lainnya, iskemia usus perlu pengecekan dengan endoskopi atau kolonoskopi untuk memahami kondisi usus.

Pengobatan iskemia
Tujuan penyembuhan iskemia adalah untuk mengembalikan kelancaran aliran di dalam pembuluh darah agar pasokan darah bisa lagi cukup. Pengobatan iskemia harus sesuai dengan jenisnya.

1. Pengobatan iskemia jantung
Pengobatan iskemia jantung perlu obat-obatan yang bisa menurunkan kolesterol, menahan penempelan gumpalan darah terhadap pembuluh, melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.

Pada terapi medis non obat, pengbatan iskemia jantung bisa dikerjakan dengan tindakan operasi bypass terhadap jantung. Tujuannya operasi tersebut adalah untuk menyebabkan alternatif aliran pembuluh darah agar tidak terhambat.

2. Pengobatan iskemia otak
Pengobatan iskemia otak adalah dengan mengimbuhkan pasien tissue plasminogen activator (TPA). Zat tersebut mempunyai tujuan untuk menanggulangi persoalan gumpalan darah. Selain itu, harus termasuk untuk pakai obat antikoagulan.

3. Pengobatan iskemia usus
Iskemia usus bisa diobati dengan cara melebarkan pembuluh darah. Selain itu, penyembuhan iskemia usus termasuk bisa dikerjakan dengan tindakan pemasangan ring atau tindakan operasi bypass.

Kini, Anda udah memahami perihal iskemia. Jadi, apabila Anda mengalami iskemia, maka Anda bisa memahami gejala dan style iskemia. Segeralah pergi ke dokter untuk memastikan diagnosisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *